DAMPAK INDUSTRI 4.0 BAGI PERKONOMIAN INDONESIA

Oleh Ramdani

            Revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri keempat dan hadir setelah terjadi revolusi industri pertama dengan ditemukannya mesin uap. Revolusi industri kedua yang berkaitan dengan listrik, revolusi industri ketiga yang serba komputerisasi. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi yang sangat luar biasa. Dalam era ini mulai sering terdengar istilah artificial intelligent, robotika, internet dll.

            Revolusi Industri 4.0 mempunyai potensi untuk memberdayakan individu dan masyarakat, karena revolusi industri fase ini dapat menciptakan peluang baru bagi perekonomian di Indonesia, sosial, maupun pengembangan diri pribadi. Implementasi industri 4.0 dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan Ekonomi Pancasila berbasis digital. Hal ini sesuai dengan arah Indonesia 4.0 dalam upaya meningkatkan kinerja industri nasional melalui pemanfaatan teknologi terkini dan inovasi guna dapat mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya. Yang berkembang saat ini adalah sharing ekonomi yaitu ekonomi yang berbagi sehingga antar pelaku usaha tidak lagi bicara persaingan, namun kemitraan.

DEFINISI INDUSTRI 4.0 MENURUT PARA AHLI

            Definisi mengenai Industri 4.0 beragam karena masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014) berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Schlechtendahl dkk (2015) menekankan definisi kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi.

            Revolusi industri 4.0 tidak akan menghantam perekonomian jika semua pihak aktif menjadi pemain di dalamnya. Jika tidak pasrah, maka dampaknya bisa lebih jelas kepada pertumbuhan ekonomi, penambahan lapangan kerja dan pertumbuhan manufaktur. Dikutip dari kompas.com  “ada potensi pertumbuhan ekonomi bertambah sebesar 1%-2% dari baseline sebesar 5% menjadi 6%-7%” Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi yang lebih efisien dengan pertumbuhan industri manufaktur yang dominan. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa industri 4.0 tidak akan menimbulkan pengangguran karena adanya sistem otomasi jika pengembangannya dilakukan dengan benar. 

Dampak positif industry 4.0

Berikut ini beberapa dampak positif industrialisasi:

  1. Peningkatan pendapatan nasional Industrialisasi memungkinkan negara-negara mengoptimalkan sumber daya mereka yang mulai berkurang. Industrialisasi meningkatkan kuantitas dan kualitas akan barang-barang yang diproduksi suatu perusahaan. Inilah yang membuat kontribusi lebih besar pada produk nasional bruto atau Gross National Product (GNP).
  2. Standar hidup yang lebih tinggi Dalam masyarakat industri, tenaga kerja lebih berharga. Apabila produktivitas lebih tinggi maka pendapatan individu meningkat.
  3. Stabilitas ekonomi Negara yang bergantung pada produksi dan ekspor bahan mentah saja tidak dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Permintaan yang terbatas dan fluktuatif akan produk pertanian dan bahan mentah didukung ketidakpastian alam akan menghambat kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi yang terhambat mengarah pada ekonomi yang tidak stabil atau tidak aman
  4. Peningkatan neraca pembayaran Industrialisasi mengubah pola perdagangan luar negeri di dalam suatu negara. Peningkatan ekspor barang-barang manufaktur lebih menguntungkan dalam valuta asing. Pada saat yang sama memproses bahan mentah di dalam negeri akan membatasi impor barang sehingga menghemat devisa. Dampak orientasi ekspor dan substitusi impor dari industrialisasi membantu meningkatkan neraca pembayaran.
  5. Menstimulasi kemajuan sektor lain Industrialisasi mendorong kemajuan sektor-sektor ekonomi lainnya. Perkembangan pada satu industri berdampak pada pengembangan dan perluasan industri terkait. Baca juga: Kemenperin Akui Harga Gas untuk Industri Tak Kompetitif
  6. Peningkatan peluang kerja Industrialisasi memberikan peningkatan kesempatan kerja di industri skala kecil dan besar. Industri menyerap pekerja yang menganggur dan pengangguran dari sektor pertanian sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dampak Negatif industry 4.0

1. Urbanisasi Akibat industrialisasi, orang-orang dari pedesaan akan migrasi ke kota karena mencari pekerjaan di pabrik. Urbanisasi adalah perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Akibatnya, populasi penduduk di kota meningkat.

2. Pencemaran lingkungan Dikutip dari Investopedia, Industrialisasi berkontribusi negatif terhadap lingkungan. Baca juga: Kawasan Industri di Jawa Fokus pada Teknologi dan Padat Karya Antara lain polusi (baik udara, air dan tanah), peningkatan emisi gas rumah kaca dan pemanasan global, perubahan iklim. Proses industrial dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia hingga punahnya spesies baik tanaman maupun hewan akibat eksploitasi.

3. Kesenjangan pendapatan Pemisahan modal dan tenaga kerja menciptakan perbedaan pendapatan antara buruh dan orag-orang yang mengendalikan sumber daya modal.

CONTOH KASUS INDUSTRY 4.0 BAGI PEREKONOMIAN

            Bidang Ekonomi pada revolusi industri 4.0 saat ini sedang pada perubahan besar pada kemajuan teknologi memungkinkan otomatisasi hampir disemua bidang. Diantara tantangan yang sedang dihadapi pada saat ini, teknologi yang menggabungkan dunia fisik,digital dengan cara yang fundamental mengubah umat manusia, sejauh mana transformasi ini akan berdampak positif. Transformasi yang memberikan dampak positif, dimana peran dunia usaha dan organisasi sosial dinilai sangat strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi bangsa, sehingga pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan lebih kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5%.Meningkatnya kemandirian ekonomi mendorong dapat memperkuat orientasi kewirausahaan guna pertumbuhan lebih baik sehingga dapat mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat secara merata.

            Meningkatnya kemandirian ekonomi pada revolusi model bisnis di Era Industri 4.0 terlihat Pada model transportasi konvensional ini yang dahulu digunakan masyarakat untuk kepentingan mobilitas manusia, namun di Era revolusi industri 4.0 model transportasi konvensional ini digunakan oleh masyarakat, model transportasi di era industri revolusi 4.0 Go-Jek dapat memberikan dampak positif dalam perekonomian Indonesia, karena dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung yang dihasilkan oleh Go-Jek pada perekonomian Indonesia.

            Go-Jek memberikan dampak pada bidang perekonomian nasional dan masyarakat, dilansir dari detik.com “Mitra Pengemudi, mitra UMKM dan dari pihak konsumen.Go-Jek memiliki kontribusi dalam perekonomian nasional dan masyarakat melalui penghasilan mitra pengemudi sekitar 8,2 triliun per tahun, sedangkan Go-Jek melalui penghasilan mitra UMKM memberikan kontribusi mencapai 1,7 triliun”

             Manfaat Go-Jek dapat kita rasakan dari sisi mitra pengemudi,dimana Go-Jek dapat mengurangi pengangguran, sehingga dapat memperluas kesempatan kerja, selain itu dapat meningkatkan penghasilan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas kehidupan keluarga pengemudi dapat meningkat.

            Selain itu peran GO-Jek dapat mendukung UMKM, dimana dengan Go-Jek dapat mendukung UMKM go online, sehingga dapat meningkatkan volume transaksi penjualan mitra UMKM, Go-Jek pun dapat membuka akses pasar untuk mendorong penggunaan perkembangan teknologi,sehingga dapat meningkatkan usaha.Selain itu Go-Jek dapat memberikan manfaat bagi konsumen, dampaknya masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan layanan transportasi dan bahkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Kesimpulan

            Revolusi Industri 4.0 dikembangkan dari revolusi 3.0, yang dimana revolusi 4.0 sering dikenal dengan Revolusi Digital, dimana ditandai poliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan disemua bidang. Dengan perkembangan teknologi informasi yang mengalami terobosan diantaranya dibidang artificiall intellegent, teknologi nano, bioteknologi, teknologi komputer kuantum, teknologi berbasis internet. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis.

            Dengan lahirnya teknologi digital saat ini pada revolusi industri 4.0 berdampak terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Beberapa prinsip desain industri 4.0 sebagai berikut, Pertama, interkoneksi yaitu kemampuan mesin, perangkat,sensor dan orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui internet of thing (IoT), prinsip ini membutuhkan kolaborasi keamanan dan standar. di Era revolusi industri 4.0 model transportasi konvensional kini beralih ke model transportasi yang memanfaatkan dengan sistem aplikasi berbasis internet menjadi alat trasportasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan mobilitas manusia, dampaknya public menjadi lebih mudah mendapatkan layanan transportasi dan bahkan dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu dampak dari revolusi industri 4.0 sektor bidang perekonomian meningkat, dimana sektor sektor perdagangan dan UMKM meningkat dengan pesat.

*Penulis merupakan mahasiswa semester IV, Mata Kuliah Hubungan Industrial, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, UNTIRTA

Referensi

J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Januari 2018

Cakrawala-Jurnal Humaniora, Vol 18 No. 2 September 2018 P-ISSN 1411-8629, E-ISSN: 2579-3314

https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/30/150000469/dampak-positif-dan-negatif-industrialisasi?page=all (Diakses pada 10 Februari 2020 pukul 19 : 46)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai